Mempelajari Motherboard

Bermacam-macam jenis, keunggulan dan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh pembuat motherboard tersebut. Lalu bagaimana cara memilih motherboard yang baik dan sesuai dengan keinginan kita ?. Nah bila pertanyaan anda seperti itu coba Anda ikuti semua tips dan informasi berikut ini.

1. Kenali dulu Bentuk dari Motherboard.

Seperti apa sih bentuk motherboard, coba Anda lihat gambar dibawah ini. Gambar tersebut adalah bentuk fisik dari motherboard, sekarang bila Anda punya komputer dirumah Anda, cobalah matikan dahulu komputer tersebut dan jangan lupa matikan semua aliran listriknya. Sekarang yang Anda lakukan adalah membuka cassing dari CPU Anda.

==> ( Mana yang disebut CPU..?, Cassing itu apa sih..?, Maasya ALLAH…!, Bila itu pertanyaan Anda, berarti Anda benar-benar tidak familiar dengan yang namanya komputer, tapi baiklah akan saya terangkan sedikit, tapi bila Anda sudah paham apa yang jadi pertanyaan didalam kurung ini, Anda dapat melewati keterangan ini : — CPU singkatan dari kata Central Processing Unit yang mempunyai arti dalam bahasa Indonesia kira-kira adalah ” Komponen yang menjadi Pusat Pemrosesan semua data “. Sekarang perhatikan perangkat komputer Anda. disitu ada beberapa komponen atau bagian. Komponen tempat Anda mengetik itu disebut Keyboard, Komponen yang berbentuk seperti TV itu disebut Monitor, Komponen yang biasa Anda genggam dan terdapat kabel panjang serta ada tombol 2 atau 3 buah itu disebut Mouse, komponen yang satu lagi kalau Anda perhatikan semua kabel terhubung kepadanya, Nah..!, itu yang disebut CPU. Sedangkan Cassing adalah tempat atau rumah dari CPU itu. ) <==

Lepas bautnya beberapa saja, disitu Anda melihat komponen-komponen yang terlihat semrawut. Terus anda perhatikan sebuah komponen yang berada paling bawah dimana terlihat semua komponen dan kabel-kabel terpusat disitu, Itulah adalah motherboard. Sekarang saya rasa Anda sudah tahu mana yang disebut motherboard.

Sekarang Anda perhatikan gambar dibawah ini beserta keterangannya :

Gambar 1
Bentuk fisik dari motherboard

  1. Socket Processor
  2. socket Memory
  3. Chipset 1
  4. Socket Power Suplai
  5. Socket Flopy Disk
  6. Socket Harddisk
  7. Socket Keyboard dan Mouse PS/2
  8. USB Port
  9. Printer Port
  10. Slot AGP
  11. Slot PCI
  12. Slot ISA
  13. BIOS
  14. Chipset 2

2. Lihat Perlengkapan dan Fasilitas yang ada pada motherboard

Setelah Anda tahu mana yang dinamakan motherboard sekarang yang Anda lakukan adalah melihat fasilitas dan perlengkapan yang ada pada motherboard tersebut, mengapa demikian ?. Yah karena setiap pabrik pembuat motherboard mempunyai pangsa pasar tersendiri. Mungkin saja misalnya, pabrik pembuat motherboard A lebih mengutamakan kehandalan dan kelengkapan dari motherboard yang dibuatnya. Pabrik B lebih mengutamakan kecepatan proses dari motherboard yang dibuatnya, sedangkan pabrik C mungkin lebih mengutamakan harga yang murah tanpa memperhatikan yang lainnya. Disini pengetahuan kita tentang motherboard dibutuhkan. Paling tidak kita bisa tahu fasilitas dan perlengkapan apa saja motherboard yang kita gunakan.

Coba Anda perhatikan sekali lagi gambar dan keterangannya diatas. Disitu terlihat beberapa perlengkapan dari sebuah motherboard. Pada gambar diatas ada yang namanya socket processor ini yang pertama kali Anda harus perhatikan, Biasanya pabrk pembuat motherboard menyantumkan Processor apa saja yang mendukung motherboard yang dibuatnya. ( mengenai apa itu processor dibahas pada halaman tersendiri ) misalnya motherboard merk A mendukung processor merk INTEL dengan maksimum kecepatan 1,2 Ghz, merk B mendukung processor merk INTEL dengan kecepatan maksimum sampai 2 Ghz sedangkan merk C mendukung processor merk AMD dengan kecepatan maksimum 2 Ghz. Dari keterangan pabrik itu Anda dapat melihat kelebihan-kelebihan yang ada pada motherboard tersebut. Semakin tinggi kecepatan processor yang didukung motherboard tersebut maka semakin baik juga.

Setelah Processor yang harus Anda perhatikan adalah slot memory, nah disini Anda bisa lihat berapa banyak slot yang ada pada motherboard tersebut dan berapa kecepatan memory yang didukung oleh motherboard tersebut serta sampai berapa batas maksimum kapasitas dari memory yang didukung oleh motherboard tersebut. Sebagai contoh lagi. motherboard A mendukung memory jenis DDR ( keterangan mengenai memory dibahas pada halaman lain ) dengan kecepatan 256 Mhz dan mendukung sampai 2 GB, Motherboard B mendukung memory jenis DDR dengan kecepatan 300 Mhz dan mendukung hingga 3 GB, sedangkan motherboard C hanya mendukung memory jenis DDR dengan kecepatan 133 Mhz dan batas maksimum kapasitasnya hanya sampai 512 MB. Tentu saja semakin besar kemampuan untuk mendukung kapasitas memory serta semakin tinggi kemampuan untuk mendukung kecepatan dari memory, motherboard tersebut semakin baik.

Selanjutnya setelah kita tahu kemampuan yang ada pada sebuah motherboard untuk mendukung processor dan memory, perlu juga kiranya kita tengok slot-slot yang ada pada motherboard tersebut, karena walau bagaimanapun slot-slot tersebut akan sangat berarti bagi kita untuk menambahkan kemampuan dari CPU yang akan kita gunakan dimasa yang akan datang. Ada beberapa motherboard yang mengurangi slot expansinya karena beberapa fasilitas telah dijadikan satu dengan rangkaian motherboard (build-up). Menurut Saya motherboard tersebut tidaklah begitu baik, karena kita tidak dapat memaksimalkan kemampuan dari sebuah motherboard. Sekilas memang terlihat praktis, tapi bila nanti suatu saat kita mendapatkan sebuah program yang membutuhkan spesifikasi dari hardware tertentu, kita tidak dapat berbuat banyak dengan motherboard build-up tersebut. Menurut saran saya dalam memilih motherboard. Usahakan fasilitas-fasilitas seperti Slot AGP dan Slot PCI sebaiknya menjadi perhatian pokok kita selain kemampuan-kemampuan motherboard yang telah dibicarakan diatas dan usahakan juga komponen-komponen yang memang seharusnya tidak terpasang pada motherboard seperti AGP CARD, SOUND CARD, MODEM Internal, dan sebagainya, tidak menjadi satu dengan rangkaian motherboard (build-up). Jadi jangan beranggapan bahwa motherboard yang mempunyai fasiltas lengkap dengan Sound Card, AGP Card dan MODEM Internal terintegrasi dengan motherboard adalah motherboard yang baik, justru sebaliknya motherboard yang tidak terintegrasi komponen-komponen tersebut menurut saya adalah yang terbaik.

L I C E N C E
Judul : Explorasi Mother Board
Penulis : Komarudin Surya
Copyright : Suryatekno © 2008
Aturan : tutorial ini boleh Anda Copy hanya untuk kepentingan Pribadi. Tidak boleh diperjual-belikan, atau dimanfaatkan untuk kepentingan Komersial. Pengutipan atau pemindahan sebagian atau keseluruhan materi ke situs ataupun Media Lain, tidak di ijinkan dengan alasan apapun tanpa seijin dari Penulis cq: Komarudin Surya.
Explorasi Mother Board
Mempelajari Motherboard

Motherboard adalah salah satu komponen dari Rangkaian Komputer, Komponen tersebut dinamakan Motherborad karena memang komponen ini merupakan komponen utama dari rangkaian CPU, jadi motherboard dapat diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Papan Induk atau papan utama.

Bermacam-macam jenis, keunggulan dan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh pembuat motherboard tersebut. Lalu bagaimana cara memilih motherboard yang baik dan sesuai dengan keinginan kita ?. Nah bila pertanyaan anda seperti itu coba Anda ikuti semua tips dan informasi berikut ini.

1. Kenali dulu Bentuk dari Motherboard.

Seperti apa sih bentuk motherboard, coba Anda lihat gambar dibawah ini. Gambar tersebut adalah bentuk fisik dari motherboard, sekarang bila Anda punya komputer dirumah Anda, cobalah matikan dahulu komputer tersebut dan jangan lupa matikan semua aliran listriknya. Sekarang yang Anda lakukan adalah membuka cassing dari CPU Anda.

==> ( Mana yang disebut CPU..?, Cassing itu apa sih..?, Maasya ALLAH…!, Bila itu pertanyaan Anda, berarti Anda benar-benar tidak familiar dengan yang namanya komputer, tapi baiklah akan saya terangkan sedikit, tapi bila Anda sudah paham apa yang jadi pertanyaan didalam kurung ini, Anda dapat melewati keterangan ini : — CPU singkatan dari kata Central Processing Unit yang mempunyai arti dalam bahasa Indonesia kira-kira adalah ” Komponen yang menjadi Pusat Pemrosesan semua data “. Sekarang perhatikan perangkat komputer Anda. disitu ada beberapa komponen atau bagian. Komponen tempat Anda mengetik itu disebut Keyboard, Komponen yang berbentuk seperti TV itu disebut Monitor, Komponen yang biasa Anda genggam dan terdapat kabel panjang serta ada tombol 2 atau 3 buah itu disebut Mouse, komponen yang satu lagi kalau Anda perhatikan semua kabel terhubung kepadanya, Nah..!, itu yang disebut CPU. Sedangkan Cassing adalah tempat atau rumah dari CPU itu. ) <==

Lepas bautnya beberapa saja, disitu Anda melihat komponen-komponen yang terlihat semrawut. Terus anda perhatikan sebuah komponen yang berada paling bawah dimana terlihat semua komponen dan kabel-kabel terpusat disitu, Itulah adalah motherboard. Sekarang saya rasa Anda sudah tahu mana yang disebut motherboard.

Sekarang Anda perhatikan gambar dibawah ini beserta keterangannya :
Gambar 1
Bentuk fisik dari motherboard
  1. Socket Processor
  2. socket Memory
  3. Chipset 1
  4. Socket Power Suplai
  5. Socket Flopy Disk
  6. Socket Harddisk
  7. Socket Keyboard dan Mouse PS/2
  8. USB Port
  9. Printer Port
  10. Slot AGP
  11. Slot PCI
  12. Slot ISA
  13. BIOS
  14. Chipset 2
2. Lihat Perlengkapan dan Fasilitas yang ada pada motherboard

Setelah Anda tahu mana yang dinamakan motherboard sekarang yang Anda lakukan adalah melihat fasilitas dan perlengkapan yang ada pada motherboard tersebut, mengapa demikian ?. Yah karena setiap pabrik pembuat motherboard mempunyai pangsa pasar tersendiri. Mungkin saja misalnya, pabrik pembuat motherboard A lebih mengutamakan kehandalan dan kelengkapan dari motherboard yang dibuatnya. Pabrik B lebih mengutamakan kecepatan proses dari motherboard yang dibuatnya, sedangkan pabrik C mungkin lebih mengutamakan harga yang murah tanpa memperhatikan yang lainnya. Disini pengetahuan kita tentang motherboard dibutuhkan. Paling tidak kita bisa tahu fasilitas dan perlengkapan apa saja motherboard yang kita gunakan.

Coba Anda perhatikan sekali lagi gambar dan keterangannya diatas. Disitu terlihat beberapa perlengkapan dari sebuah motherboard. Pada gambar diatas ada yang namanya socket processor ini yang pertama kali Anda harus perhatikan, Biasanya pabrk pembuat motherboard menyantumkan Processor apa saja yang mendukung motherboard yang dibuatnya. ( mengenai apa itu processor dibahas pada halaman tersendiri ) misalnya motherboard merk A mendukung processor merk INTEL dengan maksimum kecepatan 1,2 Ghz, merk B mendukung processor merk INTEL dengan kecepatan maksimum sampai 2 Ghz sedangkan merk C mendukung processor merk AMD dengan kecepatan maksimum 2 Ghz. Dari keterangan pabrik itu Anda dapat melihat kelebihan-kelebihan yang ada pada motherboard tersebut. Semakin tinggi kecepatan processor yang didukung motherboard tersebut maka semakin baik juga.

Setelah Processor yang harus Anda perhatikan adalah slot memory, nah disini Anda bisa lihat berapa banyak slot yang ada pada motherboard tersebut dan berapa kecepatan memory yang didukung oleh motherboard tersebut serta sampai berapa batas maksimum kapasitas dari memory yang didukung oleh motherboard tersebut. Sebagai contoh lagi. motherboard A mendukung memory jenis DDR ( keterangan mengenai memory dibahas pada halaman lain ) dengan kecepatan 256 Mhz dan mendukung sampai 2 GB, Motherboard B mendukung memory jenis DDR dengan kecepatan 300 Mhz dan mendukung hingga 3 GB, sedangkan motherboard C hanya mendukung memory jenis DDR dengan kecepatan 133 Mhz dan batas maksimum kapasitasnya hanya sampai 512 MB. Tentu saja semakin besar kemampuan untuk mendukung kapasitas memory serta semakin tinggi kemampuan untuk mendukung kecepatan dari memory, motherboard tersebut semakin baik.

Selanjutnya setelah kita tahu kemampuan yang ada pada sebuah motherboard untuk mendukung processor dan memory, perlu juga kiranya kita tengok slot-slot yang ada pada motherboard tersebut, karena walau bagaimanapun slot-slot tersebut akan sangat berarti bagi kita untuk menambahkan kemampuan dari CPU yang akan kita gunakan dimasa yang akan datang. Ada beberapa motherboard yang mengurangi slot expansinya karena beberapa fasilitas telah dijadikan satu dengan rangkaian motherboard (build-up). Menurut Saya motherboard tersebut tidaklah begitu baik, karena kita tidak dapat memaksimalkan kemampuan dari sebuah motherboard. Sekilas memang terlihat praktis, tapi bila nanti suatu saat kita mendapatkan sebuah program yang membutuhkan spesifikasi dari hardware tertentu, kita tidak dapat berbuat banyak dengan motherboard build-up tersebut. Menurut saran saya dalam memilih motherboard. Usahakan fasilitas-fasilitas seperti Slot AGP dan Slot PCI sebaiknya menjadi perhatian pokok kita selain kemampuan-kemampuan motherboard yang telah dibicarakan diatas dan usahakan juga komponen-komponen yang memang seharusnya tidak terpasang pada motherboard seperti AGP CARD, SOUND CARD, MODEM Internal, dan sebagainya, tidak menjadi satu dengan rangkaian motherboard (build-up). Jadi jangan beranggapan bahwa motherboard yang mempunyai fasiltas lengkap dengan Sound Card, AGP Card dan MODEM Internal terintegrasi dengan motherboard adalah motherboard yang baik, justru sebaliknya motherboard yang tidak terintegrasi komponen-komponen tersebut menurut saya adalah yang terbaik.

Bagian berikutnya yang harus Anda perhatikan dalam memilih motherboard adalah USB Port. Bagian ini juga penting untuk Anda perhatikan, sebab port USB nantinya akan sangat berguna untuk memasang perlengkapan lain yang membutuhkan port tersebut, misalnya Printer, Modem External, Flashdisk, Bluetooth, Kamera Digital, dsb. Beberapa produsen motherboard ada yang menitik beratkan produknya dengan kecanggihan dari port USB ini sehingga produsen tersebut terus meng up-date kemampuan dan kecepatan dari USB port motherboard yang dibuatnya. Hal ini baik karena produk-produk yang mendukung port USB ini juga semakin canggih dan membutuhkan kecepatan akses dari port USB tersebut.

Nah setelah Anda mempunyai gambaran tentang feature-feature yang ada pada motherboard, sekarang saatnya Anda mengetahui sedikit teknik yang berhubungan dengan motherboard. Apa saja sih teknik yang berhubungan dengan motherboard ?, Dalam Artikel ini saya akan uraikan beberapa teknik dan tip yang berhubungan dengan motherboard yaitu :

  1. Cara men setup BIOS (Basic Input Output System) Motherboard
  1. Cara meng up-date BIOS Motherboard
  1. Cara mengetahui tanda-tanda bunyi yang dikeluarkan oleh Motherboard
Sebenarnya masih banyak yang akan saya jelaskan, akan tetapi karena terbatasnya Halaman dari website ini, saya rasa ke-tiga teknik diatas sudah cukup sebagai bekal Anda untuk mengetahui seluk beluk dari sebuah Motherboard, Bila Anda ingin mengetahui lebih jauh lagi saya sarankan untuk mencari referensi dari sumber lain. OK mari kita mulai dari yang pertama.

CARA MEN SETUP BIOS MOTHERBOARD

Ketika pertama kali Anda menyalakan komputer, pada umumnya komputer tersebut akan mendeteksi Card VGA atau AGP yang terpasang pada motherboard kemudian dilanjutkan dengan mendeteksi Memory, Peripheral yang terpasang seperti Harddisk dan Flopy Disk setelah itu baru komputer akan mendeteksi Boot record dari Harddisk untuk men star-up System Operasi ( OS ) dari software yang akan dijalankan oleh komputer tersebut.

Yang mungkin menjadi pertanyaan Anda adalah kenapa demikian dan apa yang membuat komputer bisa mengetahui peripheral yang terpasang pada sebuah komputer serta program apa yang menjalankan perintah tersebut secara otomatis dan bagian mana dari Motherboard yang menjalankannya?. Ok Ok sebentar dulu saya jadi pusing juga bila diberondong pertanyaan seperti itu, tapi baiklah akan saya usahakan menjelaskannya.

Perhatikan Diagram dibawah ini, Diagram ini menggambarkan urutan dari POST ( Power On Self Test ) suatu BIOS.

PROSES 1 PROSES 2
Flag Test Start third protected mode test
System hardware initialisation Address line test
BIOS ROM checksum System memory test
Page register test Shadow memory test
8254 timer test Extended memory test
Memory refresh initialisation Verify memory configuration
8237 DMA controller test Display configuration error messages
8237 DMA initialisation Copy system BIOS to shadow memory
8259 interrupt controller initialisation 8254 clock test
8259 interrupt controller test MC 146818 real time clock test
Memory refresh test Keyboard test
Base 64K address test Determine keyboard type
Base 64K memory test Stuck key test
8742 keyboard self test Initialise hardware interrupt vector
MC 146818 CMOS test Math coprocessor test
Start first protected mode test Determine COM ports available
Memory sizing test Determine LPT ports available
First protected mode test Initialise BIOS data area
First protected mode test failed Fixed/Floppy controller test
CPU speed calculation” style Fixed/Floppy controller test
Read 8742 hardware switches Fixed/Floppy controller test
Initialise interrupt vector area Fixed/Floppy controller test
Verify CMOS configuration Floppy disk test
Test and initialise video system Fixed disk test
Unexpected interrupt test External ROM scan
Start second protected mode test External ROM scan
Ferify LDT Intruction System key lock test
Verify TR instruction F1 error message test
Verify LSL instruction System boot initialisation
Verify LAR instruction Interrupt 19 boot loader
Verify VERR instruction Scanning Boot Program
Address line 20 test Test boot Program
Unexpected exception test Loading Boot Program

Proses Loading POST dari Motherboard

Urutan POST suatu BIOS berdasarkan alamatnya di Memory

STEP 1 -> | 00 | 03 | 06 | 09 | 0C | 0F | 12 | 15 | 18 | 1B
STEP 2 -> | 1E | 21 | 24 | 27 | 2A | 2D | 30 | 33 | 36 | 39
STEP 3 -> | 3C | 3F | 42 | 45 | 48 | 4B | 4E | 51 | 54 | 57
STEP 4 -> | 5A | 5D | 60 | 63 | 66 | 69 | 6C | 6F | 72 | 75
STEP 5 -> | 78 | 7B | 7E | 81 | 84 | 87 | 8A | 8D | 90 | 93
STEP 6 -> | 96 | 99 | 9C | 9F | A2 | A5 | A8 | AE | AF | B1

Dari Diagram diatas dapat disimpulkan bahwa semua alur diatas diatur oleh sebuah program kecil yang terdapat pada BIOS. Program BIOS inilah yang perlu kita atur agar kerja dari motherboard yang kita miliki dapat bekerja secara maksimal. Saya ingin menanamkan sebuah filsafat kepada Anda Bahwa, ” Komputer itu sebenarnya adalah sebuah mesin bodoh yang tidak bisa apa-apa bila tidak diberitahu oleh manusia yaitu kita. Jadi jangan beranggapan bahwa komputer itu adalah sebuah mesin yang cerdas yang dapat melakukan tugas apa saja dengan sendirinya. ”

Cukup pelajaran filsafat nya, sekarang kita lanjutkan ke materi kita. Bagaimana cara men setup BIOS ?. Bila Anda punya komputer dirumah atau kebetulan Anda sedang memakainya, coba Anda reset komputer tersebut. Bila sudah Anda reset sekarang Anda siap-siap menekan tombol DEL atau DELETE yang ada pada Keyboard. Bila sudah terlihat Komputer tersebut menunjukan tanda-tanda kehidupan lagi, Anda tekan tombol tadi terus saja tekan-tekan jangan biarkan komputer Anda masuk pada mode BOOT-UP, bila hal ini terjadi Anda harus me reset ulang lagi komputernya. Perlu juga Anda ketahui ada beberapa motherboard yang men Set mode SETUP nya dengan tombol F1, TAB, CTRL atau variasinya, Jadi Anda jangan ngotot menekan tombol DEL sedangkan motherboard tersebut men Set mode SETUP nya dengan tombol F1 lalu kemudian Anda menyalahkan saya yang menyesatkan Anda. Bila tombol DEL tidak berhasil masuk ke mode SETUP yah Anda coba dengan tombol-tombol yang lain seperti disebutkan diatas. ( yang mana tombol reset..? Anda cari saja sendiri..!! saya rasa Anda sudah cukup Pandai untuk tahu mana itu tombol reset !#%$?*%#$%!!**).

Setelah Anda masuk ke mode SETUP, disitu terlihat beberapa pilihan menu untuk di setting sesuai dengan keinginan kita. Tampilan menu SETUP tidak harus sama pada setiap motherboard jadi kemungkinan tampilan menu SETUP yang ada pada komputer ANDA berbeda dengan tampilan punya saya, tapi pada umumnya semua punya maksud yang sama.

Secara umum menu SETUP dari semua motherboard mempunyai tujuan untuk memberitahukan kepada komputer bahwa kita memasang hardware atau peripheral di komputer tersebut dengan maksud agar komputer dapat menjalankan hardware atau peripheral tersebut dengan maksimal sesuai dengan yang kita inginkan.

Biasanya Tampilan menu SETUP dari motherboard sebagai berikut :

Award Software BIOS Utility
Standard CMOS Features

Advanced BIOS Features

Advanced Chipset Features

Integrated Peripherals

Power Management Setup

PNP / PCI Configurations

PC Health Status

Frequency / Voltage Control

Load Optimized Defaults

Load Standard Defaults

Set Supervisor Password

Set User Password

Save & Exit Setup

Exit Without Saving

Esc    =    Quit                                     Up-Down-Right-Left Arrow    =    Select Item
F10    =    Save & Exit Setup
Time, Date, Hard Disk Type…

Tampilan menu SETUP

Perhatikan gambar Menu Setup tadi, pada menu SETUP terdapat beberapa pilihan untuk mensetup sesuai keinginan kita. Gunakan tombol panah pada keyboard untuk berpindah dari bagian satu kebagian yang lain bagian yang aktif biasanya ditandai dengan warna gelap, tekan tombol ENTER untuk masuk ke-sub menu dari SETUP. Lihat Tulisan pada baris kedua menu SETUP utama pada baris kedua tulisan tersebut adalah help text, sedangkan pada baris ketiga ( yang paling bawah ) itu menandakan pilihan pada menu tersebut terdapat sub menu.

Sekarang Anda pindahkan pilihan menu ke STANDARD CMOS FEATURES lalu tekan tombol ENTER, maka akan masuk ke sub menu sebagai berikut :

Standard Cmos Features
Date (mm : dd : yy)      Wed, Jul, 26, 2006
Time (hh : mm : ss)      17 : 35 : 22
IDE Primary Master         Press Enter None
IDE Primary Slave          Press Enter None
IDE Secondary Master       Press Enter None
IDE Secondary Slave        Press Enter None
Drive A            1.44 M  3.25 in
Video              EGA / VGA
Halt on            All, but Keyboard
Base Memory        640K
Extended Memory    512320K
Total Memory       526320K
Item Help
Menu level >

Change the day, Month,
Year and century

Use Arrow -> Move Enter : Select Item   + / – / PU / PD : Value   F10 : Save    Esc : Exit
F1 : General Help         F5 : Previous         F6 : Optimized         F7 : Standard Defaults

Sub Menu SETUP Standard Cmos Setup

Sub Menu SETUP Standard Cmos Setup

Perhatikan help menu yang ada pada menu SETUP, Saya tidak perlu memberitahukan kepada Anda secara rinci karena Anda dapat melihat Help menu yang ada pada SETUP. Yah memang berbahasa Inggris tapi saya rasa Anda bisa Bahasa Inggris.., nggak bisa.?, belajar dong.

Secara Global Kegunaan SETUP sudah disinggung pada tulisan diatas, yang jelas rubahlah SETUP tersebut sesuai dengan Keadaan Hardware yang terpasang pada Motherboard. Kalau Anda belum terbiasa yah gunakan saja STANDARD DEFAULT dalam contoh diatas Anda dapat menekan tombol F7. Perlu diperhatikan Jangan merubah Formasi SETUP bila Hardware atau peripheral tidak terpasang pada motherboard, misal : Komputer ANDA terpasang floppy disk type 1.44 MB 3,5 inchi jangan menggantinya dengan 2.88 MB 3.5 inchi atau yang lainnya, karena bila itu Anda Lakukan maka pada saat Boot akan ditampilkan SETUP ERROR atau nanti setelah masuk ke program floppy disk tersebut tidak berfungsi dengan baik.

Oh iya hampir lupa…, Setiap pilihan pada SETUP dinyatakan dengan ENABEL atau DISABEL, ENABEL artinya DIPASANG sedangkan DISABEL artinya TIDAK DIPASANG. Untuk Pilihan IDE atau HARDDISK Anda dapat memakai pilihan AUTO artinya biarkan setup men cek secara Otomatis Harddisk yang terpasang pada motherboard.

Gambar disamping adalah Informasi teknik dari motherboard yang saya gunakan yang menerangkan cara kerja dari chipset yang ada pada motherboard dan semua itu dapat di optimiskan atau dimaksimalkan melalui SETUP BIOS.

Langkah selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh mengenai fungsi Bios ini, adalah meng-update bios motherboard Anda. Hal ini penting dilakukan karena semakin lama perkembangan hardware dan software komputer terus berkembang. Bila Anda belum punya waktu atau mungkin belum punya dana untuk meng-upgrade komputer Anda, ada cara yang lain yang sedikit membantu untuk upgrade komputer, yaitu dengan meng-Upgrade Bios nya terlebih dahulu.
Skema Chipset Sebuah Motherboard

UP-DATE BIOS DENGAN FLASH BIOS WRITER

Semua Produsen motherboard menyediakan fasilitas untuk meng up date BIOS dari motherboard yang mereka pasarkan. Hal ini sebagai layanan purna jual dari produk tersebut. Mengapa perlu di update..?. Perlu Anda ketahui.., bahwa setiap produsen motherboard tidak menguji produknya untuk semua software maupun hardware, yang mungkin saja baru diproduksi setelah produk tersebut dipasarkan, dan setalah dipasarkan ternyata ada kesalahan (bug) pada motherboard tersebut. Contohnya motherboard yang saya gunakan tidak dapat mengenali Harddisk berjenis SATA 120 GB merk SEAGATE, yang memang produk tersebut diproduksi setelah motherboard yang saya gunakan dipasarkan. Selain itu motherboard ini ketika menjalankan windows XP sering mengeluarkan peringatan ” System cannot Read the specify Hardware you Install “.

Untuk dapat mengatasi bug tersebut, produsen motherboard tersebut ( pada contoh ini saya menggunakan motherboard hasil produksi VIA ) menyediakan up date biosnya agar bug tersebut dapat teratasi. Hasilnya setelah saya meng up date bios nya Harrdisk tersebut dapat terdeteksi dengan normal dan peringatan tersebut tidak lagi ditampilkan ketika windows XP dijalankan. Bagaimana cara meng up date bios..? Ikuti petunjuk berikut ini.

Bila Anda membeli sebuah motherboard baru, biasanya terdapat CD instalasi yang disertakan pada motherboard tersebut. Pada CD tersebut terdapat program untuk mengupdate BIOS. Biasanya program ini bernama Award Flash bios atau AMI Flash BIOS, tergantung dari jenis BIOS yang digunakan motherboard tersebut.

Pada contoh ini saya menggunakan AWARD BIOS, jadi jangan mengikuti langkah saya bila jenis bios Anda berbeda dengan yang saya miliki, sebab bila Anda salah dalam melakukan flash bios ini bisa menjadi fatal akibatnya terhadap motherboard yang Anda miliki, dan saya tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang Anda peroleh dengan mengikuti petunjuk saya . Untuk itu ikuti petunjuk berikut agar hal tersebut tidak terjadi.

  1. Siapkan sebuah disket kosong yang bagus, jangan menggunakan FLASH DISK sebab program flash bios ini dilakukan dari mode DOS. Ada juga yang Under windows, tapi tidak saya anjurkan. Karena untuk saat ini program UNDER DOS 80% lebih aman dari UNDER WINDOWS, terutama bila dikaitkan dengan virus. untuk saat ini orang sudah tidak jamannya lagi membuat virus yang UNDER DOS.
  2. Pastikan disket Anda bebas dari virus, kalau bisa beli yang baru jangan yang bekas.
  3. Format disket Anda dengan memasukan system DOS kedalamnya. Program untuk membuat BOOT DISK DOS 7, dapat Anda download disini. Download Boot Disk
  4. Pertama Extract dahulu file DOS.ZIP dengan Winrar atau Winzip, untuk Winrar Anda dapat mendownloadnya dari DOWNLOAD LINK disitus ini.
  5. Masukan Disket Anda ke Floppy Disk, lalu klik 2 kali file win98.exe yang ada di folder hasil extract tersebut dari WINDOWS, maka disket Anda sekarang sudah di isi system DOS dan beberapa file DOS didalamnya. Hapus beberapa file yang tidak terpakai seperti *.txt , *.ini, Graftable.exe, Autoexec.bat, Config.sys dan lainnya asal jangan file COMMAND.COM , SCANDISK.EXE , HIMEM.SYS , MSDOS.SYS , dan IO.SYS , agar kapasitas disket Anda bisa menampung file FLASH yang akan dicopy ke disket tersebut.
  • Copy file FLASH BIOS yang ada di CD Mother Board ke disket tadi. Kalau tidak ada Anda dapat mendownloadnya dari Internet, cari saja dengan bantuan Search Engine seperti google jenis Bios Anda. Misalkan bios Anda AWARD BIOS, ketik saja AWARD BIOS pada form pencarian GOOGLE, lalu download program FLASH BIOS nya.
  • Buka Manual Mother Board Anda, kalau tidak ada lihat di proses POST BIOS sewaktu komputer pertama kali dihidupkan sebelum mencapai BOOT. Jenis BIOS di tampilkan dibagian paling bawah proses POST setelah deteksi harddisk, tekan tombol PAUSE/ BREAK bila proses POST terlalu cepat untuk Anda lihat. Catat Jenis Bios, Nomor Serial BIOS, Tahun pembuatan, serta type BIOS yang digunakan Mother Board Anda.
  • Sekali lagi Anda gunakan search engine google untuk mencari UPDATE BIOS yang digunakan Mother Board Anda setelah itu copy file update bios Anda pada disket Flash Bios yang telah Anda Buat sebelumnya, kalau Anda kesulitan mencari Update Bios, Anda dapat layangkan keluhan Anda di SSC FORUM.
  • Setelah Anda dapatkan UPDATE BIOS Anda, lepaskan semua drive atau peripheral yang menancap pada Mother Board antara lain :
  • Harddisk.
  • CDROM.
  • USB PHERIPERAL, DSB

Kecuali Floppy Disk untuk Boot dari Disket.

  • Set Setup Bios agar Boot dari Floppy Disk, setelah proses Boot Dos selesai dari A> PROMPT ketik Program Flash Anda contoh pada Bios saya adalah AWD816a.exe , maka akan ditampilkan program FLASH BIOS tersebut seperti gambar dibawah ini :

Kemudian ketik nama file Update-Bios Anda, setelah itu maka Program Flash akan menanyakan pada Anda apakah akan melakukan backup terlebih dahulu atau overwrite dengan file yang ada dalam bios. Perhatian.., BACKUP dahulu file yang ada di BIOS Anda, jangan langsung di OVERWRITE. Backup program original Bios Anda dengan nama file terserah Anda misal FLASHORI ( tidak boleh lebih dari 8 karakter dan tidak ada spasi serta karakter-karakter yang aneh misal tanda tanya atau tanda seru, jangan neko-neko deh pokok nya ). Setelah Backup selesai maka Program Flash akan meminta Anda untuk me-restart komputer, pilih no atau jangan di restart dulu. pilih saja EXIT TO DOS. Dari dos COPY lagi Program FLASH hasil Backup ke Disket yang lain untuk cadangan, setelah itu baru restart komputer Anda dengan menekan tombol reset atau tekan tombol ALT + CTRL + DEL.

  • Flash Bios berhasil bila komputer Anda mau boot ulang, bila Komputer Anda menampilkan kata CMOS SYSTEM ERROR SETUP ulang BIOS Anda kemudian pilih Boot dari disket lagi bila bisa boot dari disket, maka pekerjaan Update Bios Anda SUCCESS. sebaliknya bila ditampilkan BOOT BLOCK ESCD BIOS, Bios Anda rusak dan perlu pekerjaan extra untuk Anda yaitu :
  1. Cari dari Internet Produsen Motherboard Anda.
  2. Cari File Update untuk BOOT BLOCK BIOS Anda.
  3. Tekan tombol ESC atau tombol F1 atau tergantung dari Bios komputer Anda, bisa tombol DEL atau F2. untuk Boot dari disket. ( Hanya bisa dari disket ketika Boot Block )
  4. Sebelumnya masukan dahulu disket yang Anda buat diatas.
  5. Jalankan lagi program FLASH WRITER Bios Anda.
  6. Masukan nama file BOOT BLOCK yang Anda dapatkan dari Internet.
  7. Restart Ulang Komputer Anda.
  8. Jalankan lagi FLASH WRITER Bios Anda.
  9. Masukan File BACKUP BIOS ORIGINAL yang telah Anda Backup sebelumnya.
  10. Komputer Anda kembali seperti semula tanpa UPDATE..

Untuk itu berhati-hatilah sebelum Anda melakukan FLASH BIOS ini. Sekali lagi, Saya tidak bertanggung jawab atas semua kegagalan maupun kerusakan Mother Board Anda yang diakibatkan membaca Tulisan ini. Untuk itu bila Anda tidak yakin sebaiknya jangan melakukan FLASH BIOS ini, itu lebih baik dari pada Fatal akibatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: